Bangun Karsa Pengelolaan Lingkungan Saka Kalpataru

Semenjak dicanangkan pada tahun 2013, Saka Kalpataru menjadi salah satu Satuan Karya (Saka) wajib di setiap kuartir cabang Pramuka. Saka Kalpataru merupakan wadah guna meningkatkan pengetahuan, pengalaman, ketrampilan, kecakapan, dan kepemimpinan bagi anggota pramuka usia 16-25 tahun (penegak dan pendega) di bidang kepedulian lingkungan dan rasa tanggung jawab dalam mengelola, menjaga, mempertahankan dan melestarikan lingkungan hidup. Saka Kalpataru dibentuk atas kerjasama antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Satuan Karya Pramuka Kalpataru merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditandatangani pada tanggal 20 November 2011.

Sesuai dengan mandat tersebut, setiap kwartir cabang di tingkat propinsi dan kabupaten / kota wajib membentuk Saka Kalpataru. Salah satu Saka Kalpataru yang telah terbentuk dan telah melakukan kegiatan peningkatan kapasitas anggotanya adalah Kabupaten Kudus. Di bawah arahan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Kudus, Saka Kalpataru Kabupaten Kudus telah melakukan pengenalan upaya-upaya pengelolaan lingkungan.

Pada tangal 24 – 25 Oktober 2015, Yayasan Bina Karta Lestari (BINTARI) bersama dengan KLH Kudus melakukan kegiatan pengenalan wawasan 3 krida yang menjadi krida wajib Saka Kalpataru yakni Krida 3R, Krida Perubahan Iklim, dan Krida Keanekaragaman Hayati. Kegiatan ini diikuti oleh 42 anggota baru Saka Kalpataru Kabupaten Kudus. Peserta merupakan perwakilan dari lima Sekolah Menengah Tingkat Atas di Kudus yang memiliki motivasi dan ketertarikan di dalam pengelolaan lingkungan. Bertempat di Kantor Lingkungan Hidup, peserta mendirikan tenda di halaman kantor. Selama dua hari, peserta mendapatkan wawasan mengenai saka kalpataru serta 3 krida tersebut.

Hari pertama, peserta diajak memahami bagaimana pemanasan global terjadi dengan melakukan uji coba kenaikan suhu pada air yang diberikan karbon (protecal) dan diletakkan di bawah sinar matahari. Peserta yang dibagi menjadi 7 kelompok kecil berdiskusi sebab-sebab bencana banjir dan longsor yang sering terjadi di Kudus. Pada krida 3R, peserta juga diajak berdialog mengenai alur sampah yang mereka hasilkan setiap harinya baik di dalam sekolah maupun di dalam rumah. Tidak hanya itu, peserta juga diajak untuk mendiskusikan lebih lanjut bagaimana dampak jika sampah tidak dikelola dengan baik. Metode yang dipergunakan untuk melakukan diskusi adalah world cafe, dimana setiap kelompok diberi satu lembar kertas plano dan diberi kebebasan untuk mengekspresikan pendapat mereka di dalam kertas tersebut.

Tidak saja memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong peserta melakukan kreasi dan inovasi dalam mendaur ulang sampah. Setiap sekolah membuat kreasi sampah yang harapannya dapat mengurangi timbunan sampah. Selama 60 menit, peserta membuat kreasi dan kemudian mempresentasikan hasilnya. Hasil kreasi tersebut dikompetisikan untuk memperebutkan piala dari KLH. Berdasarkan kriteria penialaian yakni asas manfaat, kreatifitas, asas marketable; lomba kreasi sampah ini dimenangi oleh SMK Al Islam dan disusul oleh SMK Wisudha Karya, dan SMAN 2 Kudus.

Di hari kedua, peserta diajak untuk belajar di alam yakni di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Rejo. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok besar untuk mengamati keanekaragaman di TPA, di kebun jagung, dan di kebun rakyat. Selama 120 menit, peserta mengamati keanekaragaman flora dan fauna dan kemudian mempresentasikan hasil temuan mereka. Dari hasil temuan tersebut, ada perbedaan yang cukup mencolok terkait keanekaragaman hayati yang ada di masing-masing ekosistem. Kelompok di kebun rakyat menemukan lebih banyak flora dan fauna di dalamnya.

Kegiatan ini menjadi motivasi anggota baru Saka Kalpataru untuk terus aktif dalam melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan. Sesuai dengan kesepakatan, peserta kegiatan ini akan bertemu lagi dan membahas tindak lanjut pada hari Rabu, 28 Oktober 2015. Langkah KLH Kudus ini patut diapresiasi karena telah bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk melestarikan lingkungan. (aw)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s