Bogem (Sonneratia sp.) untuk Kota Pekalongan

Pesisir Kota Pekalongan pada saat ini telah mengalami dampak iklim yang luar biasa. Hanya dibutuhkan waktu kurang lebih selama lima tahun untuk merendam sebagian besar wilayah pemukiman seperti pada salah satu perumahan di Kelurahan Kandang Panjang. Begitu cepatnya laju paparan dampak iklim, perlu disertai dengan kecepatan dan ketepatan upaya adaptasi yang sesuai.

Upaya rehabilitasi ekosistem mangrove saat ini dipercaya sebagai bentuk adaptasi dampak perubahan iklim di pesisir. Akan tetapi secara langsung, upaya rehabilitasi tersebut juga mendapatkan tantangan langsung dari kondisi perubahan iklim itu sendiri. Sebagaimana umum dilakukan banyak pihak, jenis Rhizopora dipilih sebagai jenis utama yang ditanam. Diluar aktivitas penanaman, rehabilitasi dapat dilakukan dengan melakukan intervensi terhadap tempat tumbuh mangrove (rekayasa hidrologis) maupun tidak. Namun demikian, hingga saat ini upaya penanaman masih menjadi fokus utama dalam aktivitas rehabilitasi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Yayasan Bintari, diketahui bahwa tidak seluruh lokasi memiliki kesesuaian dengan jenis Rhizopora. Dengan asumsi tidak adanya perlakuan pada lokasi penanaman dan tidak adanya gangguan yang bersifat antroposentris, salah satu indikator utama yang dapat terlihat adalah tingkat kehidupan jenis. Untuk itu, sangat diperlukan sebuah konstruksi pemahaman mengenai faktor-faktor yang mendukung keberhasilan upaya penanaman jenis mangrove. Secara umum, faktor yang menentukan tingkat kehidupan bibit dalam aktivitas penanaman adalah kesesuaian bibit dengan lokasi, kondisi bibit, serta kondisi musim saat bibit ditanam.

Nature has its own way. Alam di Pekalongan rupanya masih menyediakan petunjuk bagi para pemerhati mangrove. Pada beberapa lokasi terdampak yang mengalami kegagalan rehabilitasi dimana tingkat kematian bibit Rhizopora yang tinggi (> 80%) masih meninggalkan jenis yang dapat tumbuh baik secara alami. Sebagai contoh, pada lingkungan perumahan di Kelurahan Kandang Panjang masih terlihat jenis-jenis Sonneratia (Bogem) yang dapat tumbuh baik. Referensi jenis ini tentu dapat menjadi input berharga bagi upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Kota Pekalongan. Kajian lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan jenis tersebut juga perlu segera dikembangkan untuk mempercepat laju keberhasilan rehabilitasi Mangrove Kota Pekalongan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s